Akibat BAB Sembarangan, Cacingan Merajalela di Pandeglang

Jakarta – Bersih pangkal sehat memang ungkapan yang tidak main-main. Hal ini dibuktikan dengan perilaku warga di Desa Panimbang Jaya, Pandeglang, Jawa Barat yang masih sering buang air besar (BAB) di sembarang tempat yang berujung sebabkan penyakit.

Tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) melakukan pemeriksaan feses untuk deteksi cacingan dan pemeriksaan darah untuk deteksi anemia pada murid sekolah dasar di Panimbang Jaya. Desa ini punya potensi sebagai daerah wisata karena memiliki pantai dan dekat dengan kawasan wisata Tanjung Lesung yang merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK).

“Sayangnya, wilayah pantai kotor sekali, banyak sampah berserakan dan mirisnya, banyak anak-anak maupun orang tua buang air besar (BAB) di tepi pantai dan di kebon. Warga BAB di tempat terbuka, tidak peduli siang atau malam, dilihat orang lain atau tidak. Pemandangan di pantai sungguh menjijikkan karena feses bertebaran di pantai. Pada keadaan tersebut, siapa yang mau berwisata ke Panimbang?” kata Prof dr Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpPar K, ahli parasitologi FKUI dan pemimpin kegiatan tersebut, dalam rilis yang diterima detikHealth.


Dari 382 murid yang diperiksa, sebanyak 159 (41,6 persen) murid mengidap cacingan yang terdiri atas cacing gelang (Ascaris lumbricoides) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). Selain itu, sebanyak 55 (35 persen) anak mengalami anemia. Prof Saleha beserta tim memberikan obat cacing dan sirup tambah darah sebagai tindakan pengobatan, dan dua minggu kemudian dari hasil pengecekan ulang, 96 persen anak dinyatakan sembuh.

Prof Saleha menjelaskan BAB di tanah menyebarkan penyakit cacingan dan anak yang mengidap cacingan akan mengalami kekurangan gizi, anemia (kurang darah), dan gangguan kecerdasan serta mudah terkena penyakit. Oleh karena itu, warga harus berperilaku hidup bersih dan sehat dengan cara BAB di jamban, tidak boleh lagi sembarangan.

“Selain itu, warga harus cuci tangan pakai sabun terutama sesudah BAB, sebelum makan dan sesudah bersentuhan dengan tanah. Kuku harus bersih dan dipotong pendek. Sayuran harus dicuci bersih dan makanan harus ditutup sehingga tidak dihinggapi lalat,” pungkasnya.

(frp/up)