Facebook Hapus Ratusan Akun karena Langgar Aturan

Jakarta – Facebook baru saja menghapus ratusan akun dan laman yang dianggap melanggar kebijakan perusahaan tentang konten “tidak otentik” dan spam. Banyak yang bernuansa misinformasi politik.

Dalam blog post-nya, Facebook menulis bahwa mereka sudah menghapus 559 laman dan 251 akun. Akun dan laman tersebut dihapus karena melanggar aturan Facebook dalam menyalahgunakan platform-nya.

Facebook mencatat akun dan laman tersebut menggunakan strategi seperti posting melalui akun palsu atau multi akun untuk mendapatkan traffic, atau untuk meningkatkan popularitas mereka.

“Karena kami sudah semakin baik menghadapi penyalahgunaan seperti ini, orang-orang di baliknya – termotivasi ekonomi atau politik – akan mengubah strategi mereka untuk menghindari deteksi,” kata Facebook dalam blog post-nya, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (12/10/2018).

“Itu sebabnya kami terus berinvestasi besar, termasuk dalam teknologi yang lebih baik, untuk mencegah penyalahgunaan seperti ini. Karena orang-orang hanya akan berbagi di Facebook jika merasa aman dan percaya dengan hubungan yang dapat mereka buat di sini,” lanjut keterangan itu.

Facebook juga mencatat semakin dekatnya pemilu sela di AS menjadi salah satu alasan. Banyak dari laman yang baru saja mereka hapus sering menyebarkan konten politik yang tidak bisa dibedakan dengan debat politik yang sahih.

Akun dan laman yang dihapus oleh Facebook sendiri memiliki pandangan politik dari sayap kanan dan sayap kiri. Beberapa laman yang dihapus antara lain outlet konservatif Right Wing News yang memiliki 3,1 juta follower dan outlet sayap kiri Reverb Press yang memiliki 816.000 follower.

Facebook sebelumnya telah beberapa kali menghapus akun dan laman yang menyebarkan berita palsu dari beberapa negara, seperti Iran dan Rusia. Namun, yang berbeda kali ini, 810 akun dan laman yang dihapus dikendalikan dari Amerika Serikat.

(krs/mon)