Pajang Lukisan Aneh di Gedung Putih, Trump Dicibir

Seorang editor melihat tweet dari Josh Billinson yang memperlihatkan lukisan The Republican Club. (Foto: AFP/MARO SIRANOSIAN)

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak pernah lepas dari kontroversi. Kali ini kontroversi terbaru tampak dalam bentuk lukisan yang dipajang di Gedung Putih.

Seperti menjadi impian dari para Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik. Impian itu duduk bersama para presiden di masa lalu, bahkan yang sudah wafat ratusan tahun lalu.

Bagi Presiden Trump, gambar fiksi tersebut seperti menjadi kenyataan dalam bentuk lukisan tersebut. Namun lukisan ini justru mengundang cibiran dari warga AS.

Gambar berjudul ‘The Republican Club’ ini merupakan karya dari pelukis, Andy Thomas. Dalam lukisan itu tampak Trump seperti sedang terlibat diskusi menyenangkan dengan para mantan Presiden AS dari Partai Republik. Sosok yang muncul dalam lukisan itu termasuk Abraham Lincoln, Richard Nixon, Ronald Reagan, Teddy Roosevelt dan George W. Bush.

Mereka semua digambarkan tengah berbincang dengan hangat mengelilingi sebuah meja. Trump,-yang tidak mengkonsumsi minuman beralkohol,- hanya menenggak soda.

Kreasi penuh fantasi ini langsung menuai celaan di media sosial. Bahkan banyak pihak menilai selerasi seni Trump sangat tidak bagus.

“Baik Lincoln, ataupun Teddy tidak wafat di depan meja itu,” ujar seorang warga melalui akun media sosialnya, seperti dikutip AFP, Selasa 16 Oktober 2018.

Jurnalis Benjamin Freed mengkritik sikap Gedung Putih yang pada dasarnya bisa meminjam karya seni dari Museum Smithsonian atau National Gallery of Art. Menurut Freed, apa yang dipajang itu tidak lebih dari sebuah lukisan tidak bermutu yang tidak pantas dipajang di Gedung Putih.

(WIL)