AS Tidak akan Abaikan Kasus Jurnalis Saudi

Jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Washington: Aliansi Amerika Serikat dengan Arab Saudi bukan berarti Washington akan “mengabaikan atau menganggap remeh” kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Demikian disampaikan seorang pejabat AS, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Selasa 16 Oktober 2018.

Pernyataan disampaikan pejabat tersebut saat sedang merespons pertanyaan mengenai peran Arab Saudi dalam membantu AS menerapkan “tekanan maksimal” terhadap Iran. Tekanan ini terkait dengan sanksi ekonomi yang kembali dijatuhkan Washington kepada Teheran.

Baca: Trump Imbau Jangan Terburu-buru Salahkan Arab Saudi

Sejumlah pengamat khawatir AS cenderung setengah hati dalam menghadapi Arab Saudi terkait kasus Khashoggi. Kekhawatiran itu didasari kedekatan kedua negara, dan AS yang diyakini tidak mau kehilangan pemain kunci di Timur Tengah.

“Tentu saja kami memiliki hubungan baik dengan Arab Saudi yang sangat penting, tapi itu bukan berarti kami mengabaikan atau menganggap remeh kasus ini. Kami yakin siapapun yang bertanggung jawab harus bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” ucap pejabat itu.


Infografis kasus Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

“Ini merupakan hubungan penting kedua negara, tapi bukan berarti kami akan mengabaikan sejumlah isu,” lanjut dia.

Seorang kontributor untuk surat kabar Washington Post, Khashoggi terakhir kali terlihat pada 2 Oktober saat memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki. Dia datang untuk mengurus sertifikat perceraian agar dapat menikah lagi.

Turki menduga Khashoggi telah dibunuh karena beberapa kali mengkritik kebijakan Arab Saudi. Namun Riyadh dengan tegas membantah tuduhan tersebut.

Tim gabungan Turki dan Arab Saudi telah menggeledah konsulat tersebut pada Senin. Tim Turki keluar dengan membawa sejumlah sampel, termasuk tanah dari taman konsulat.

(WIL)