Catat, Ini Faktor Risiko dan Gejala Kanker Payudara pada Pria

Jakarta – Satu hal yang sering dilupakan oleh pria adalah mereka juga memiliki payudara dan berisiko terkena kanker, meski kelenjar dan jaringannya lebih sangat sedikit dari wanita. Namun risiko kanker payudara pada laki-laki lebih kecil dan untuk faktor penyebabnya sedikit berbeda dari wanita.

“Pada laki-laki, kelenjar payudara itu ada, tapi tidak terpengaruh hormonal jadi pencetusnya tidak selalu hormonal. Bisa juga dari faktor yang masih dugaan seperti merokok, pola hidup, pola makan, pola stress itu yang bisa berpengaruh,” jelas dr Yuddi Wahyono, SpOnk Rad, ahli radiologi onkologi RS Siloam Simatupang, beberapa waktu lalu.

Situs Mayo Clinic menyebutkan ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor risiko kanker payudara pada pria, yaitu:
1. Usia tua, karena semakin tua risiko kanker payudara semakin tinggi. Kanker payudara pada pria lebih sering ditemukan pada usia di atas 60 tahun.
2. Paparan estrogen, semisal mengonsumsi obat yang terkait dengan estrogen. Misalnya obat terapi hormon bagi pengidap kanker prostat.
3. Riwayat keluarga, jika ada anggota keluarga yang cukup dekat pernah mengidap kanker payudara, risikonya semakin tinggi terkena penyakit tersebut.
4. Sindrom Klinefelter’s, sebuah sindrom genetik yang terjadi saat bocah lelaki lahir dengan lebih dari satu kopian kromosom X. Sindrom ini menyebabkan perkembangan abnormal dari testikel. Alhasil, pria yang mengidapnya memproduksi kadar hormon pria (androgen) lebih rendah dan lebih banyak hormon wanita (estrogen).
5. Penyakit hati seperti sirosis hati, dapat mengurangi hormon pria dan meningkatkan hormon wanita, sehingga risikonya semakin tinggi.
6. Obesitas, yang terkait dengan kadar estrogen yang semakin meninggi pada tubuh, yang meningkatkan risiko kanker payudara pria.
7. Penyakit atau operasi pada testis, misalnya orchitis atau inflamasi testis atau pembedahan untuk mengangkat sebuah testis (orchiektomi)

Pada pria, kanker payudara umumnya ditunjukkan dengan gejala yang hampir sama, namun terkadang lebih parah. Gejalanya meliputi benjolan yang tidak sakit di area payudara, perubahan pada kulit yang menutupi area payudara (berlekuk, berkerut, memerah, bersisik), perubahan pada puting (memerah, bersisik atau masuk ke dalam) dan adanya cairan keluar dari puting disertai dengan darah.

(frp/up)