Trump Imbau Jangan Terburu-buru Salahkan Arab Saudi

Presiden AS Donald Trump di Georgia, 15 Oktober 2018. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencoba menahan gelombang kecaman global terhadap Arab Saudi dalam kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Trump menilai Arab Saudi sebaiknya tetap dianggap tidak bersalah hingga ada kejelasan lebih lanjut.

Khashoggi, jurnalis Arab Saudi, dinyatakan hilang usai memasuki gedung konsulat Riyadh di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober. Turki dan sejumlah pihak menduga Khashoggi tewas dibunuh di konsulat, sementara Arab Saudi dengan keras membantahnya.

“Seseorang baru dinyatakan bersalah jika memang sudah terbukti. Kita baru saja melewati kasus Kavanaugh dan dia ternyata tidak bersalah,” sebut Trump, merujuk pada kasus Hakim Agung AS Brett Cavanaugh.

“Saya rasa kita harus terlebih dahulu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi (dalam kasus Khashoggi),” lanjut dia, seperti dilansir dari kantor berita AFP, Selasa 16 Oktober 2018.


Infografis kasus Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Trump telah mengirim Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Arab Saudi untuk menanyakan langsung apa yang sebenarnya terjadi. Pompeo bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud dan juga Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman.

Pangeran Mohammed meyakinkan Pompeo bahwa penyelidikan “menyeluruh” sedang dilakukan dalam kasus Khashoggi. Ia mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam konsulat saat Khashoggi datang pada awal Oktober.

Kasus Khashoggi memicu ketegangan antara Washington dengan Riyadh. Kongres serta media lokal AS mendesak pemerintah agar segera mengungkap kasus ini dan tidak didiamkan hanya karena kedua negara memiliki kedekatan diplomatis.

Baca: Pangeran Saudi Mengaku Tak Tahu yang Terjadi di dalam Konsulat

(WIL)