AS Dilaporkan Terima Rp1,5 Triliun dari Arab Saudi

Washington: Amerika Serikat (AS) dilaporkan menerima uang sebesar USD100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun dari Arab Saudi. Uang diterima pada Selasa lalu, bersamaan dengan tibanya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Riyadh.

Dalam kesempatan itu, Pompeo menemui Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk membahas mengenai kasus pembunuhan wartawan, Jamal Khashoggi. Laporan penerimaan uang tersebut disampaikan seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS.

Meski demikian, Kemenlu AS membantah adanya hubungan antara pembayaran dan pembicaraan Pompeo dengan para pejabat Arab Saudi tentang Khashoggi. Mereka mengatakan uang tersebut diterima bukan karena kasus Khashoggi.

Baca: AS Tidak akan Abaikan Kasus Jurnalis Saudi

“Kami selalu mengharapkan kontribusi akan diselesaikan dalam kerangka waktu musim gugur. Pengalihan dana spesifik telah lama berjalan dan tidak ada hubungannya dengan acara lain atau kunjungan menlu ke sana,” kata utusan Kemenlu AS untuk Koalisi Negara Anti-Islam Brett McGurk, dikutip dari The Washington Post, Kamis, 18 Oktober 2018.

Adapun pada Agustus lalu, Arab Saudi secara terbuka menjanjikan pembayaran untuk mendukung upaya stabilisasi AS di timur Suriah. Namun, New York Times mempertanyakan waktu transfer yang menimbulkan spekulasi berbeda.

Kemarin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencoba menahan gelombang kecaman global terhadap Arab Saudi dalam kasus hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Trump menilai Arab Saudi sebaiknya tetap dianggap tidak bersalah hingga ada kejelasan lebih lanjut.

Baca: Trump Imbau Jangan Terburu-buru Salahkan Arab Saudi

Sebelumnya dia telah mengirim Pompeo ke Arab Saudi untuk menanyakan yang sebenarnya terjadi. Pangeran Mohammed meyakinkan Pompeo bahwa penyelidikan “menyeluruh” sedang dilakukan dalam kasus Khashoggi. Ia mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam konsulat saat Khashoggi datang pada awal Oktober.

Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang juga adalah kolumnis di Washington Post, dinyatakan hilang usai memasuki Gedung Konsulat Riyadh di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober. Turki dan sejumlah pihak menduga Khashoggi tewas dibunuh di konsulat, sementara Arab Saudi dengan keras membantahnya.

Sementara itu, media Turki merilis rekaman audio dari intelijen Ankara. Dalam audio tersebut diungkapkan Khashoggi tewas dimutilasi hidup-hidup dalam Gedung Konsulat Riyadh di Istanbul.

Baca: Media Turki Sebut Khashoggi Dimutilasi Hidup-hidup

(ABD)