Persidangan Gembong Narkoba Terbesar Segera Digelar di AS

Bandar narkotika ternama Joaquin “El Chapo” Guzman dijadwalkan disidang di sebuah pengadilan di New York, Amerika Serikat, pada Senin 5 November 2018. Persidangan di Pengadilan Federal Brooklyn ini diestimasi menghabiskan jutaan dolar, dan berlangsung lebih dari empat bulan.

Sejumlah jaksa menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam menyusun tuntutan terhadap Guzman, yang diekstradisi pada 2017 usai dua kali melarikan diri dari penjara di Meksiko.

Guzman dilabeli sebagai bandar narkoba terbesar di dunia setelah Pablo Escobar asal Kolombia. Escobar dijuluki “Raja Kokain” dan merupakan salah satu pria terkaya di dunia yang ditembak mati polisi pada 1993.

Sejumlah pakar menilai kemungkinan Guzman, 61, akan dijebloskan ke sebuah penjara keamanan maksimal di AS untuk seumur hidupnya. Namun, Guzman yang berada di balik jeruji besi diyakini tidak akan menghentikan operasi narkobanya di Meksiko.

“Apakah hal itu akan menghentikan kokain untuk masuk ke AS? Mungkin tidak. Mesin (operasional El Chapo) tetap bekerja,” tutur Rob Heroy, seorang pengacara asal North Carolina yang pernah beberapa kali merepresentasikan bandar narkoba.

Kartel Sinaloa yang didirikan Guzman pada 1989 masih tetap kuat hingga saat ini. Orang kepercayaan Guzman, Ismael “El Mayo” Zambada, masih bebas berkeliaran di luar sana, dan operasi Sinaloa masih tak terganggu di Meksiko.

Kembali ke persidangan sbobet, pemilihan juri persidangan El Chapo akan dilakukan di bawah pengawasan keamanan ketat. Hakim Brian Cogan akan memimpin persidangan El Chapo, salah satu kriminal paling terkenal di era modern.

Para juri yang terdiri dari 12 warga sipil akan dikawal US Marshal pada setiap harinya. Mereka semua akan menentukan apakah Guzman — ayah dari dua orang anak — bersalah atau tidak dalam 11 tuntutan kasus penyelundupan narkoba, senjata api dan pencucian uang.

Berdasarkan dakwaan terhadap Guzman, kartel Sinaloa yang dipimpin El Chapo dari 1989 hingga 2014 masih menjadi “organisasi penyelundupan narkoba terbesar di dunia dengan ribuan anggota.”